Cahaya matahari pagi yang memantul di atas hamparan salju Frankfurt menyusup masuk melalui celah-celah jendela besar lantai teratas gedung Meyer Tech. Kilau perak yang menyilaukan itu perlahan menghapus sisa-sisa kegelapan darurat yang semalam menjadi satu-satunya saksi bisu keintiman antara Lukas dan Hannah. Suara desis sistem pendingin udara yang kembali berfungsi normal mulai mengisi ruangan, menggantikan raungan badai yang kini telah mereda. Di kejauhan, sayup-sayup terdengar suara sirene kendaraan pembersih jalan yang mulai beroperasi, menandakan bahwa denyut nadi kota telah kembali berdetak. Dunia luar sedang bergerak maju, memaksa isolasi manis yang mereka rasakan selama belasan jam terakhir runtuh tanpa ampun. Lukas Weber berdiri kaku di samping mejanya, merapikan kemeja putihnya

