Pagi ini, Reina bangun lebih awal dari biasanya. Matahari masih malu-malu menampakkan sinarnya, tapi Reina sudah sibuk menyiapkan sarapan untuk Kenzo. Ia tahu Kenzo akan melanjutkan pekerjaannya di ruang kerja sebelum ke kantor, seperti rutinitasnya setiap pagi. Reina membawa nampan berisi roti panggang, telur, dan secangkir kopi ke ruangan itu. Saat membuka pintu, Reina melihat Kenzo sudah duduk di belakang mejanya dengan ekspresi serius. Matanya fokus pada layar laptop, sementara tangan kirinya memegang pena yang terkadang mengetuk-ngetuk meja. Reina melangkah masuk dengan hati-hati, tidak ingin mengganggu konsentrasi pria itu. "Ini sarapannya," ucap Reina pelan sambil meletakkan nampan di meja kecil di sudut ruangan. Kenzo menoleh sebentar, mengangguk sebagai tanda terima kasih. "Ter

