Reina berdiri di tengah kamar dengan tubuh kaku. Perasaan bingung dan kesal membuncah dalam dadanya setelah kejadian di kafe tadi. Kenzo, dengan sorot mata tajam, berjalan mendekat tanpa berkata sepatah kata pun. Langkahnya tegas, penuh aura otoritas yang membuat Reina merasa kecil di hadapannya. Tanpa banyak bicara, Kenzo meraih tangan Reina, menariknya dengan lembut tapi tegas. Reina terkejut, namun ia hanya bisa mengikuti langkah pria itu menuju kamar. "Kenzo, apa yang kamu lakukan?" gumam Reina, mencoba menarik tangannya, tapi genggaman Kenzo terlalu kuat. Kenzo tetap diam. Wajahnya sulit terbaca, hanya menunjukkan amarah yang tertahan dan sedikit frustrasi. Ketika mereka sampai di kamar, Kenzo menutup pintu dengan suara pelan namun penuh makna. Reina terdiam, merasa jantungnya berd

