BAB 18

1053 Words

BAB 18 Terdengar suara mobil yang berhenti di halaman rumah Ocha, tidak lama kemudian Ocha masuk rumah dengan diantar oleh Zaky. Leon menatap tajam kearah mereka berdua, sekarang dia yakin kalau dirinya merasa cemburu. Sekarang barulah Leon sadar kalau Ocha perlahan-lahan tanpa disadari sudah mulai bertahta di hatinya. “Selamat malam, Om, Tante, Leon. Maaf Ocha telat, tadi habis urut kaki dulu.” Ocha menyalami orangtua Leon dan orangtuanya, begitu pula dengan Zaky. “Gapapa, bagaimana sekarang kondisi kakimu?” tanya Ara “Sudah lebih baik, Tante. Kayanya besok juga udah mendingan deh, kalian udah lama di sini?” ujar Ocha, tadi sewaktu dia dan Zaky sedang berada di jalan, orangtua Ocha menghubungi kalau keluarga Leon datang ke rumah untuk makan malam bersama sekalian melihat keadaan Ocha.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD