Semudah Itu

535 Words

“Kenapa dia begitu membuat aku menyesal, terlihat wajah nya yang sangat lesu seperti orang yang tidak b*******h lagi. Aku harus cepat-cepat bertemu dengan seorang yang sudah melakukan yang terbaik juga.” Rutuk nya di dalam hati terus menerus. Sesampai nya di sebuah Apartemen Ansel langsung melihat kalau semua nya bisa di lakukan lagi yang terbaik satu sama lain, di saat itu juga perjuangan akan menjadi diri sendiri. Suasana Apartemen tempat tinggal Lucifer sangat berbeda dan dia tidak bisa menjadi orang yang sangat tidak berarti di dalam kehidupan nya. “Kenapa suasana Apartemen ini semakin suram dan tidak seperti biasa nya lagi, aku hanya berharap pertemuan aku ini akan ada hasil nya yang sangat memuaskan.” Ucap Ansel di dalam hati nya. “Ansel, apakah kita sudah sampai? Sekarang ini aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD