Akal Jahat Lucifer

501 Words
Dengan wajah ragu Ansel langsung menjelaskan apa yang Dia minta tolong kepada sahabatnya tersebut, dia berusaha untuk menerangkan penalaran agar sahabatnya bisa mengerti apa tujuan baik itu di sisi lain juga berharap tidak ada permasalahan di sisi lain. Jangan pernah menganggap satu sama lain itu akan bisa berjalan dengan lancar sahabatnya tersebut dia berusaha untuk menerangkan penalaran agar sahabatnya bisa mengerti apa tujuan baik itu di sisi lain juga berharap tidak ada permasalahan di sisi lain. Jangan pernah menganggap satu sama lain itu akan bisa berjalan dengan lancar. "Hmm... begitulah Aku mau minta tolong kepadamu jangan pernah menganggap semua itu tidak ada bisa kita lakukan di sisi lain kau harus membantuku juga jangan meninggalkan aku, sekarang istriku sedang hamil aku takut dia kenapa-napa. " Ucap Ansel kepada Jes. " Baiklah, aku akan membantu kau untuk beberapa hari saja aku tidak mau ada kesalahpahaman nanti di sisi lain aku disini hanya membantu agar tetap terjaga di dalam kekuatannya juga, kalau begitu aku akan mematikan telepon ini dan segera ke rumahmu." Ucap Jes kepada Ansel tang sudah tidk tahu harus berkata apa lagi. Setelah perbincangan itu Anse langsung tidak berfokus kepada perjalanannya, berusaha untuk tenang dan setelah berbicara kepada sahabatnya tersebut dia langsung melepaskan apa yang dia inginkan saat ini tanpa di sadari begitu besar kekuatan yang tanpa menjadi sebuah kenyataan yang ada. Jes bingung tiba-tiba dia harus di suruh untuk menjaga Bunga. " Kenapa dia begitu? Seharusnya dia tidak melakukan keadaan istrinya. Aku sangat yakin kalau bunga baik-baik saja tetapi ya sudah setidak ya aku bisa meredamkan kekawatiran sahabatku sendiri." Ucap Jes di dalam hati nya yang sudah tidak menentu itu. Suasana di sore itu bunga merasa dirinya sedikit tidak nyaman, Setelah dia selesai bersih-bersih dan menghabiskan waktu sendiri saja dia berusaha untuk tidak melakukan apapun Sampai dia merasa terancam, dan di saat itu juga Bunga masih menunggu sahabatnya Ansel untuk menemuinya. "Hmm... suasana sore ini membuat aku tidak nyaman saja, apa aku harus segera makan dan melakukan aktivitas seperti biasanya tadi saya itu mungkin aku bisa lepas dari ketidak nyamanan ini, sampai detik Inipun juga masih tidak paham Kenapa suamiku masih meragukan diriku juga." Ucap Bunga di dalam hati nya yang sudah tidak menentu itu berulang kali dia berkata sampai tidam tahu harus bagaimana lagi menghadapi nya. Bunga menyiapkan makanan untuk santap dan nanti malam. Rasa ketakutan yaitu timbul begitu saja tanpa dia pikirkan bagaimana keadaannya nanti sampai detik ini di dalam perjuangan itu akan membuahkan hasil begitu saja, rasa ketakutan begitu timbul tanpa dia sadari begitu saja di sisi lain Entah kenapa kecemasan sampai saat ini Di saat perjalanan panjang itu Ansel akan selalu mengatakan kalau dia sangat khawatir kepada istrinya, tanpa dia sadari dia lupa menghubungi Jes untuk meminta bantuan menjaga istrinya jika terjadi apa pun. Ansel mengambil ponsel dan menelepon Jes. "Hallo Jes, aku mau minta bantuan." Ucap Ansel kepada Jes di balik telepon. "Ooo... Boleh silahkan apa itu?" Tanya Jes dengan wajah polos nya sama sekali membuat diri nya semakin tidak yakin pada ucapan sahabat nya tersebut.  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD