BAB 32

1134 Words

   Billy masih diam, ia kini merasa bersalah dengan tindakan yang baru saja dilakukannya. "Luzia, maafkan aku." Billy melangkah, ia ingin memeluk Luzia tetapi wanita itu menghindarinya.     "Aku mohon, maafkan aku." Billy menahan langkah kakinya, ia termangu saat Luzia menunjuk tepat ke arah matanya.    "b******n!" tegas Luzia.    Billy menelan ludahnya kasar. Matilah ia, Luzia marah dan itu karena dirinya. Pria itu tak berani bergerak, ia juga tak berani bersuara.    "Sayang, ada apa ini?" tanya Kurosaki. Pria itu terbangun saat mendengar keributan dari luar. Kakinya melangkah ke arah Luzia, ia segera memeluk wanita itu dan menatap Billy.    "Kurosaki. A-aku … aku benar-benar bersalah. Maafkan aku," ujar Billy.    "Apa yang terjadi?" Jeremy juga datang, ia melihat bibir Billy mengel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD