BAB 35

1040 Words

   Luzia tak bisa melihat apa pun sekarang, yang ada hanya gelap. Tubuhnya juga tak bisa di gerakkan, bahkan ia tak bisa melakukan perlawanan.    Luzia merasakan seseorang mulai meraba tubuhnya, tangan yang sedikit terasa kasar dan membuat tubuhnya geli. Wanita itu menggerakkan tubuhnya, berusaha menghindari sentuhan tangan itu.    “Sayang, bersabarlah.”    Suara Jeremy membuat Luzia menegang, bahkan kini seseorang sedang meraba bagian payudaranya dan suara tawa terdengar sangat samar. Luzia menelan ludah, apalagi saat jemari orang tersebut memainkan p****g payudaranya. Rasa geli menguasai tubuhnya, bahkan ia sampai menahan desahan demi harga dirinya.    “Mendesahlah sayang, jangan menahannya.”    “b******n!” maki Luzia.    Wanita itu menggerakkan tubuhnya, ia berusaha melepaskan tan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD