Dee membuka pintu saat mendengar suara ketukan. Dan... "Taraaa!" Devano terlihat begitu pintu terbuka. Mengangkat plastik yang dibawanya tinggi-tinggi. Sepertinya cowok itu baru pulang kuliah. Di bahunya memang tidak lagi terdapat tas, tapi sepatu yang melekat di kakinya menandakan bahwa Devano lupa membuka sepatunya terlebih dahulu di rumah. Sekarang Dee tidak merasa aneh lagi setiap kali melihat Devano berdiri di depan rumahnya. Beberapa hari belakangan, setiap pulang sekolah ia selalu membiarkan pagar rumahnya terbuka, untuk hal itu ia lakukan karena kerap kali memergoki Devano melompati pagar rumahnya. Kalau orang lain yang melihat mungkin sudah dikira orang jahat, tapi Dee hanya menganggap kelakuan Devano yang seperti itu kekanakan. "Aku baru beli martabak, nih. Buat nemenin kita

