Tiga Puluh Tiga

1241 Words

Hari berikutnya kondisi Asha masih belum membaik, ia masih saja berbaring di tempat tidur. Kali ini ia tidak bermalas-malasan, tubuhnya memang masih lemah, belum pulih seperti biasanya. "Tuan bekerja saja, saya baik-baik kok di sini." "Tidak." Perdebatan tentang hal itulah yang terjadi pagi ini di tengah sakitnya. Keduanya bersikeras dengan pendapat masing-masing. Sama-sama tak mau kalah dan mengalah. "Tuan sudah banyak libur. Tidak malu apa sama karyawan lain." Asha memperingatkan, padahal ia sendiri belum tahu apa pekerjaan suaminya. Asal bicara saja dan semoga tepat sasaran supaya tidak terlalu malu. "Mereka tidak akan peduli." Asha sangat merasakan perbedaan suaminya, sebelum dan sesudah ia hamil. Suaminya semakin dingin dan tak acuh. Tak acuhnya buka tidak peduli, peduli, tapi t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD