Tiga Puluh Tujuh

1094 Words

Sebelum hari perkiraan lahiran, Asha dan suaminya telah menyewa satu ruangan di rumah sakit untuk mereka sendiri sampai tiba saatnya Asha melahirkan. Saat ini sudah lebih dari dua hari dari hari perkiraan lahiran dan Asha sudah mulai pembukaan. Dibanding kelahiran pertama, menunggu pembukaan selanjutnya kali ini terasa lebih ringan. Asha dan Yuuji kini tengah berdiri di depan jendela rumah sakit. Mereka berdua memandang langit malam yang tampak gelap. Yuuji merangkul pinggang istrinya dan Asha yang bersandar nyaman di bahu suaminya. "Malam ini ada banyak Bintang, Tuan." "Ya, sinarnya terang." "Ada yang lebih terang dari Bintang-bintang di sana, Tuan," ujar Asha, menolak pernyataan suaminya. "Apa?" Asha memukul ringan d**a suaminya, ia sedikit bersikap merajuk. "Tuan bagaimana sih? d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD