Dua belas

1086 Words

Yuuji dan Asha sudah tiba di rumah Asha. Sesampai di sana Asha tidak mendapati keberadaan sang Ibu. Makanan yang ia siapkan malam tadi di samping pintu kamar ibunya pun masih terbungkus rapi. "Ibu saya tidak keluar kamar, Tuan," ucap Asha, ada sedikit nada panik dalam ucapannya. "Panggil, Asha." "Baik, Tuan." Asha bergegas mendekati pintu kamar ibunya, kemudian mengetuk pintu tersebut. "Ibu, ini Asha! Ibu ada di dalam, 'kan?" "Buka pintunya, Bu." "Ibu!" "Tuan," panggil Asha pada Yuuji, mengadu jika usahanya memanggil sang ibu sia-sia. "Sebentar lagi dia akan keluar." Yuuji berjalan menuju sofa lalu mendudukkan diri di sana. "Ibu!" "Tunggu saja, Asha." "Tapi, Tuan ...." Tepat setelah itu, pintu kamar Desy terbuka. Desy berdiri diambang pintu dengan wajah pucat dan kantong mata y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD