Setibanya di rumah sakit, Monika langsung menuju ruang perawatan ayahnya. Ibunya menunggu di depan ruang perawatan. Para dokter dan suster masih sibuk di dalam ruang perawatan. Monika menghampiri ibunya yang sedang menatap nanar ke ruang perawatan, masih terlihat jejak air mata di wajahnya. “Bu,” panggil Monika. Wanita itu menoleh padanya. “Apa yang harus kita lakukan sekarang Monika?” tanya ibunya tanpa mengalihkan pandangannya. “Bagaimana kondisi ayah?” Monika juga sedang menatap kaca di depannya, terlihat tiga dokter dan empat suster sedang mengelilingi ranjang ayahnya. “Sekitar satu jam lalu, ayah tidak sadarkan diri. Awalnya ibu pikir dia tertidur, jadi ibu biarkan ayah beristirahat, namun mesin disebelahnya tiba tiba berbunyi. Tidak lama suster dan dokter datang. Mereka menyuruh

