Bab 11: Pertemuan di Kafe Pinggir Kota

1066 Words

Telepon dari Reihan membuat jantung Via berdegup kencang. “Halo, Via. Aku punya informasi terbaru tentang Dito,” ucap Reihan serius di ujung telepon. Via merasa cemas dan penasaran. Reihan memintanya, “Bisakah kita bertemu di sebuah kafe pinggir kota? Ada sesuatu yang perlu kusampaikan.” Via setuju, meskipun ragu-ragu. Ketika Alan mengetahui rencana mereka, ia merasa perlu mendukung Via. “Aku akan menemanimu, Via. Kita pergi bersama,” ucap Alan dengan tegas, membuat Via merasa lebih tenang. Pertemuan di kafe pun diatur, dan ketegangan terasa semakin nyata. ‘Apa yang akan Reihan bicarakan dan informasi penting apa?’ batin Via penasaran. Kafe pinggir kota itu dipenuhi aroma kopi yang harum saat Via tiba. Reihan sudah menunggu dengan ekspresi serius. Setelah duduk, Reihan langsung membuka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD