Bab 31 Perasaan Leo

1007 Words

Pagi itu, suasana di ruangan dipenuhi dengan suara tangisan bayi yang menggelar, memecah keheningan pagi. Via, yang baru saja terbangun, terkejut mendengar suara itu dan segera bergerak cepat menuju kasur bayi. Dengan wajah yang penuh kekhawatiran, dia mengambil bayinya dengan penuh kehati-hatian, berusaha menenangkannya agar tangisannya berhenti. Dengan raut wajah yang penuh kelelahan dan keringat yang mengalir, Via memeluk bayinya dengan lembut, sambil berbicara dengan suara yang lembut dan penuh kasih, "Cup... Cup... Mengapa sayang Mama menangis? Mama ada di sini untukmu." Namun, meski Via mencoba dengan sabar untuk menenangkan bayinya, tangisannya justru semakin membesar, membuat Via semakin bingung. Dalam kepanikan, Via segera memberikan ASI kepada bayinya, berharap bahwa itu ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD