Pov Dudung Mendengar perkataan Ibu, aku tidak memberikan reaksi apapun. masih tetap terbaring berselimut kepedihan yang menyiksa batin dan tubuh. "Ibu dan bapak meskipun tidak memiliki harta yang berlimpah, namun tetap ingin membahagiakanmu dengan cara bekerja setiap hari untuk memberikan makan. Tapi, sekarang Anaknya tidak mau makan tidak mau berbicara, tidak mau ini, tidak mau itu. Buat apa ibu bekerja rasanya tidak jelas siapa yang diperjuangkannya." ujar Ibu melanjutkan pembicaraan, kemudian dia berhenti matanya menatap ke arahku Aku yang terbaring ke arah samping meluruskan sampai terlentang, mataku menatap ke arah plafon kamar. "Dudung! jangan membuat orang tua khawatir, kamu harus sayang dengan tubuhmu. tidak akan ada yang menyayangi dirimu, selain dirimu sendiri. Dari dasa

