Dimas Mengingatkan Arga

894 Words

Kantor pusat Adhitama Corp masih sepi ketika Atga tiba pagi itu, jauh lebih awal dari jadwalnya yang biasa. Lampu-lampu koridor belum sepenuhnya menyala, hanya menyisakan cahaya remang yang menari di sepanjang lorong menuju ruang kerjanya di lantai paling atas. Ia butuh waktu sendiri, jauh dari tatapan penuh tanya Kalila, jauh dari kehangatan yang belakangan ini justru membuatnya semakin sulit berpikir jernih. Belum sempat ia duduk di kursi kerjanya, pintu terbuka tanpa ketukan. Dimas melangkah masuk dengan wajah tegang, dasinya sedikit longgar, tanda bahwa pria itu juga baru saja bergegas dari suatu tempat. "Kamu sudah menerima pesanku," ucap Dimas, tanpa basa-basi ia langsung menutup pintu belakangnya. "Aku menerimanya semalam," jawab Arga, ia duduk lalu menyandarkan punggungnya. Wa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD