Dion memarkirkan mobilnya di depan rumah Farah malam itu, usai menyelesaikan persiapan pernikahan Rafael dan Aleysha. Ia membawa beberapa kantong belanjaan untuk mengisi kulkas di rumah itu, ia tak mau Ibunya kekurangan persediaan sehari-hari, terlepas dari bagaimana buruknya Farah di masa lalu. Wanita itu tetaplah Ibunya, Ibu kandungnya. Farah membukakan pintu setelah mendengar suara mesin mobil milik Dion. Dion menatapnya dengan dingin, datar, seakan tak memiliki perasaan. "Assalamu'alaikum," ujar Dion, singkat. "Wa'alaikumsalam," balas Farah, sambil terus memandangi punggung putranya yang kini berjalan menuju ke arah dapur. Ia menutup pintu, lalu mengikuti langkah Dion. Dion telah membuka kulkas ketika Farah tiba di dapur. Ia tengah menyusun semua yang ada di dalam kantong belanjaan

