Renata tengah tertidur pulas malam itu, di kamarnya. AC menyala dengan suhu yang tinggi, namun, wanita itu tetap mengalami keringat dingin yang luar biasa. Ia begitu gelisah dan sangat tak nyaman dengan ingatan-ingatan masa lalu yang selalu saja menghantuinya selama ini. "Nona muda ingin dipeluk juga?" Renata bergerak dengan gelisah. "Nona muda Renata juga cantik, Insya Allah saat dewasa nanti, Nona muda akan jauh lebih cantik dari Bibi." Kedua tangan Renata meremas selimut dan seprei kuat-kuat. "Masya Allah, Nona muda sangat baik hati. Insya Allah, apapun yang Nona muda inginkan, akan dikabulkan oleh Allah." Kedua mata Renata akhirnya berhasil terbuka. Ia segera bangkit dengan nafasnya yang terengah-engah. Dadanya begitu terasa sesak luar biasa, saat harus kembali mengingat mengenai

