Sejak bersama Ilham, Karina senang dengan suasana pasar. Apalagi setelah keduanya pindah ke Jakarta. Aroma, warna-warni, serta interaksi yang terjadi di sebuah pasar adalah hiburan tersendiri baginya. Hampir setiap Ilham berbelanja bahan, dia akan ikut serta, sekaligus membantu suami. Namun tidak kali ini. Karina memilih untuk diam di rumah, membiarkan Ilhamnya pergi seorang diri. Ada yang harus dilakukan dan menurut Karina lebih baik jika Ilham sedang pergi. Wanita itu men-dial nomor handphone Yoga untuk membicarakan sesuatu. Karina berhitung dalam hati saat menunggu panggilannya tersambung. “Halo,” sapa lelaki di ujung sinyal dengan suara yang sangat dirindukan Karina. “Halo, Papa.” “Karin, apa kabar, Sayang? Kenapa kamu jarang sekali menelepon? Apa semuanya baik-baik saja?”

