Dua Puluh Tiga

2032 Words

"Have a good luck, Princess! Semangat ya!" Isi pesan dari Attar membuat Aretha tersenyum tipis. "Thanks, Mas. Lagi apa?" "Ganti baju. Bentar lagi masuk OK." "Break a leg!" balas Aretha memberikan semangat. Sampai ia menyimpan ponselnya ke dalam tas, tanda centang dua abu-abu itu tak kunjung berubah warna. Sisi batinnya berbicara, beginikah rasanya punya pacar seorang dokter? Saat kau harus bersabar menunggu pesanmu baru dibalas hitungan jam kemudian—mungkin tidak dibalas sama sekali, atau saat kau menunggu telepon ajakan kencan darinya, dia malah sibuk dengan pasiennya? Ugh, sepertinya ia harus sadar dari imajinasi yang berlebihan itu. Attar sudah menolaknya, bukan? Tiba-tiba ia teringat percakapan terakhirnya bersama Attar semalam. "Gimana kalau kamu kerja freelance aja?" kata laki-

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD