“What up brothers?” tanyaku saat menemukan Nino datang ke rumahku dan sudah cukup malam. Setauku dia pergi ke ragunan dengan Noni pagi atau siang tadi. Dan setauku kalo habis bersama Noni, pasti dia happy tidak seperti setelah bersama Febri Lampir. Asli deh kusut sekali, dan harusnya aku curiga dengan kondisinya yang terlihat berantakan. “Temenin gue yuk!!, kita jemput Obi sama Omen” ajaknya tidak menjawab pertanyaanku. Rasa penasaranlah yang membuatku mengekornya ke mobilnya. Aku tidak izin mama papaku karena sedang tidak ada di rumah waktu itu. Kami ke rumah Omen dulu yang juga bingung dengan ajakan Nino tapi penasaran dengan kondisi Nino yang berantakan. “Ngapa sih Men?” tanyaku lagi. “Ikutin aja, nanti juga kita tau” jawab Omen. Tidak ada pilihan selain mengikuti saran Omen untuk

