Chapter 20

1023 Words

Theresa baru saja selesai makan kemudian memilih menghabiskan waktu bersandar di ruang tamu. Ia berharap yang kali ini makananya tetap bertahan dalam perut dan tidak keluar karena dia muntah. Tiba-tiba saja belnya berbunyi, pertanda ada yang datang. Mendengar suara bel, Theresa yang tengah menyandarkan diri di sofa ruang tamu pun menoleh ke arah pintu. Sepertinya itu Regina. Jadi dirinya berusaha bangkit menuju pintu untuk membukanya. Matanya membulat terkejut ketika melihat Juan yang berdiri di depan pintu. Ternyata bukan Regina. "Juan," lirihnya. "Hai. Aku dengar kau sakit. Jadi aku datang menjenguk." Theresa masih mematung dan belum percaya bahwa CEOnya ini datang kesini untuk menjenguk. Theresa sudah izin selama tiga hari dan pak Bram saja belum sempat menjenguknya.  Melihat Theres

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD