Siapa sangka lamaran yang selama ini Theresa idam-idamkan akhirnya terjadi. Sayangnya itu terjadi tidak sesuai dengan keinginannya. Lelaki berpakaian batik yang bicara itu seharusnya Adit. Bukan lelaki asing yang bahkan Theresa tidak tahu kepribadiannya seperti apa. Well, Juan baik. Akan tetapi tetap saja mereka belum saling mengenal sejauh itu. Tidak sejauh Theresa mengenal Adit. Akhirnya tiba pada saat tukaran cincin. Theresa tidak perlu meragukan kekayaan calon suaminya itu. Sudah jelas Juan sangat kaya. Aroma kekayaan bahkan tercium sejak rombongan keluarga lelaki itu tiba disini. Penampilan mereka sederhana tapi tidak untuk jam tangan yang dikenakan. Belum lagi tas yang calon ibu mertua Theresa itu pakai. Sebenarnya Theresa juga sudah pakai cincin pemberian Juan. Saat laki-laki itu

