Love is Hurt

2444 Words

Kakiku menghentak-hentak tidak sabar. Sudah pukul setengah 7, tetapi Adam belum datang juga. Apa dia masih tersesat? Padahal aku sudah memberitahunya lokasiku. Kulihat mama kembali dari luar membawa ember, habis menjemur pakaian. Tatapan herannya menyerangku. Aku membalasnya dengan dengan tatapan kesal. "Han, kenapa belum berangkat? Sudah jam setengah 7. Mana Jo?" "Aku gak sama Jo pagi ini, ma. Aku sama temenku yang lain" balasku kesal. "Ya sudah, minta dia cepat datang. Atau gak kamu pergi duluan saja nanti ketemu di jalan atau sekolah. Jangan sampai telat kamu" tegur mama, khawatir. Aku mengiyakannya. Aku cepat-cepat mengikat tali sepatuku dan bergegas keluar. Kulihat ke kanan dan kiri, tidak nampak sosok seperti Joshua atau Adam menuju ke sini. Aku mendengus kesal dan segera berlari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD