Gebrakan Bandot

1048 Words

Tan Mey semakin panik, ia tidak bisa lagi berpikir dengan baik. Begitu juga dengan Sag. Ia terlihat berdiri sambil memegang kepalanya. Selama dia hidup belum pernah sekalipun ada orang yang berani mengusiknya. "Aku sebenarnya tidak takut dengan laki-laki mu. Bahkan aku siap menghadapi segala resiko dari hubungan kita. Tapi, itu dulu sebelum aku memiliki istri." "Jadi kamu takut dengan Shia?" tanya Tan. "Bukan soal takut pada Shia," sahut Sag. "Lalu apa yang kamu takutkan?" Tan bertanya lagi. "Nama baik ku bisa rusak jika saja ada yang tahu aku memiliki hubungan dengan wanita lain," jawab Sag sembari mondar mandir. "Sag, kamu malah mikirin diri sendiri. Kamu kira yang bakal rusak nama baik itu kamu sendiri. Sama aku juga tidak ingin di permalukan." "Kita seharusnya tidak melakukan hu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD