Sag semakin gelisah, sama sekali tidak bisa berkonsentrasi kepada wanita yang ada di dekapannya. Laki-laki ini seperti merasakan jika ada sesuatu yang tidak beres. Jika pikirannya sedang gelisah, rasanya tidak mungkin dia bisa menjaga staminanya dengan baik. Ini terbukti dari ukuran milik Sag yang tidak bisa keras sempurna. Ia sudah berusaha untuk membuat dirinya terkoneksi, tapi sayang pikiran Sag tidak ada di tempat ini. Dalam pikirannya kini Sag bisa merasakan keinginan untuk begituan mulai pudar. Sag baru kali ini gelisah memikirkan istrinya. Sementara Tan Mey sudah seperti cacing kepanasan. Tangannya gesit bergerilya di tubuh Sag. Gerakan demi gerakan ia lakukan untuk membuat bangkit laki-laki ini. Tan mulai cemberut dan matanya mengerling sinis. Dalam batin perempuan ini memaki S

