"Bukankah dulu kalian di fakultas yang sama. Gua ingat banget loh, satu kampus kita sama Jesi." " Sag! Loe aja yang bukan siapa-siapa dia, bisa tetap ingat. Gimana gua bisa ngelupain dia yang pernah tinggal seatap sama gua." Terlihat muka sendu kelabu, mengingat kembali pada kisah dulu. "Iya setahu gua, loe emang sering berangkat dan pulang bareng. Awalnya gua mikir jika kalian ngekos tapi setelah loe cerita kalau ternyata loe tinggal di rumah Jesi. Gua heran loh, kok bisa." Para laki-laki itu mengobrolkan kisah masa lalu yang sulit untuk di lupakan. Sambil mencoba tegar dan menutupi kesedihannya Oza kembali menceritakan tentang Jesi. "Iya gua kan emang tinggal di rumahnya. Itu juga seizin nyokap dia. Gua di suruh jagain anak tunggalnya. Waktu itu rumahnya sepi, karena nyokapny

