Dokter Casla selalu sibuk dengan pekerjaan nya,Letnan Heru selalu membantu Dokter Casla,sudah lima hari Casla dan rombongan Dokter dan suster berada di pasaman,Letnan Heru selalu membantu Casla karna pesona Dokter Casla selalu membuat hati nya berbunga.
*Dokter Casla lagi sibuk gak?
Letnan Heru bertanya karna melihat Casla yang lagi duduk sambil senyum-senyum main handpon nya
*Gak kok Letnan,ada apa,apa yang bisa saya bantu?
*Bisa gak kita bicara sebentar
*Ya silah kan?
*Jangan disini Dok,soal nya ini pribadi.
Lalu Casla berdiri
*Terus mau ngobrol dimana Letnan!!
Letnan Heru mengajak Casla ke sebuah taman yang terlihat agak berantakan,Letnan Heru mengutarakan isi hati nya
*Dokter Casla,selama ini saya sangat kagum dengan kecantikan dan kebaikkan anda,selama saya mengenal anda,hati saya seperti orang kena serangan jantung,debaran di di dada saya sangat membuat saya gila akan selalu ingin bersama kamu,saya
*Letnan sory ya
Lalu Casla berlari ke sebuah rumah yang mau roboh,disana ada seorang anak kecil lagi duduk 2 orang,Casla berlari menarik tubuh kedua anak itu dan
Brug
Kepala Casla terbentur dinding tembok karna menghindari runtuhan atap rumah itu,Kepala Casla mengeluarkan darah segar,Darah semakin banyak mengalir,Letnat Heru dengan cepat berlari mengejar Casla yang terhuyung karna mulai lemas,Letnan Heru memeluk tubuh Casla yang sudah tak sadarkan diri lagi karna banyak mengeluarkan darah di kepala nya.
Letnan Heru memanggil dan terus memanggil Casla
*Dokteeerr,Dokter Casla bangun.
Lalu Letnan Heru menggendong Casla tuk di bawa ke tenda nya,tubuh Dokter Casla di baringkan ke atas tempat tidur,Dokter yang akan memeriksa Casla datang karna melihat Letnan Heru membawa Dokter Casla yang bersimbah darah.
*Letnan anda tunggu di luar dulu ya,Dokter Casla biar saya yang menangani nya?
*Ya Dok silah kan.
Setelah luka Dokter Casla di bersihkan dan kepalanya di perban,Dokter Dira bertanya apa yang setelah terjadi sama Dokter Casla.
*Letnan Heru,apa yang membuat Dokter Casla bisa luka separah itu di kepala nya?
*Tadi Dokter Casla menolong dua anak yang akan tertimpa bangunan yang mau rubuh,Dokter Casla menarik kedua anak itu tidak tau nya kepala Dokter Casla terbentur dinding dan akhirnya dia pingasan karna banyak mengeluarkan darah?
*Baik lah saya akan membawa Dokter Casla ke RS padang sekarang juga,karna golongan Darah nya tidak cocok dengan persediaan darah kami?
*Saya ikut Dok,saya yang akan mendonorkan darah saya kepada Dokter Casla?
*Apa golongan darah anda Letnan?
*Darah saya O Dok?
*Maaf Letnan,golongan Darah Dokter Casla B +,golongan darah nya sama dengan ayah dan kakaknya,jadi saya harus membawa Dokter Casla sekarang juga dengan ambulanc.
*Pakai helikopter aja Dok biar cepat di tangani nya,saya akan membawa Helikopternya sekarang.
Para Dokter dan suster merasa sangat panik,nendengar suara para rekan nya yang panik Casla membuka mata nya yang dari tadi pingsan
*Apa yang terjadi Dokter Dira?
*Dokter Casla!!anda sudah sadar Dok,bagaimana Dok masih lemas?
*Saya kenapa?
Saat Casla mau bangun dari baringan nya,kepala Casla terasa sakit,Letnan Heru dengan cepat membantu Casla tuk beraring lagi dan bilang
*Dokter jangan bangun dulu,kepala Dokter masih dalam pengaruh obat setelah di jahit?
Casla ingat kalau dia habis menolong dua anak yang hampir tertimpa runtuhan bangunan,Casla kembali tertidur,di perjalanan menuju pasaman,Pigel di telpon sama Dokter Dira
Driiiiitt
*Halo!!!
*Pak Pigel,istri anda Dokter Casla kecelakaan,sekarang kami mau membwa beliau kerumah sakit padang tuk di periksa secara lanjut?
Mobil yang di kendarai Pigel berhenti memdadak
*Apa,kok bisa?
Lalu Dokter Dira menjelaskan semuanya tanpa di tutupi,15 menit Pigel sudah sampai di tenda penginapan para Dokter,Pigel dengan kecepatan tinggi berlari menuju tenda Casla,saat melihat Casla terbaring dengan perbal di kepala,Pigel menitikan air mata dan menciumi kening istri nya,Pigel membangunkan Casla.
*Sayang!!Uda sudah datang,bangun sayang?
Casla membuka matanya dan tersenyum bahagia melihat suaminya yang sudah ada di depan nya,Casla mencium bibir suami nya sejenak
*Adek kangen dengan bibir Uda.
Pigel menangis segukan,dan bertanya
*Kenapa bisa jadi begini sayang,kenapa kamu bisa melakukan nya tanpa perduli sama diri kamu sendiri?
*Sssstt,itu sudah kewajiban adek sebagai Dokter,mendingan adek yang terluka kecil,dari pada mereka berdua tertimpa,bisa-bisa nyawa mereka ikut melayang?
*Luka kecil apa nya dek,itu luka nya besar,jahitan nya aja 7 jahitan,kecil apa nya?
*Mendingan 7 jahitan,dari pada 2 anak jadi korban,adek yang akan merasa sangat bersalah,sekarang Uda kan udah datang,adek gak perlu takut lagi karna kehabisan darah,karna pedonor darah adek sudah ada di sini.
Casla tidak mau di rujuk kerumah sakit,dia merasa lukanya hanya luka kecil yang tak peelu di khawatirkan,Dokter Dira cemas karna Casla anak angkat dari pemilik RS tempat dia bekerja,Casla juga sudah di tunjuk sebagai kepala Dokter termuda di RS nya juga mengepalai keDokteran di tempat bencana,maka itu Dokter Dira merasa khawatir.
Letnan Heru juga khawatir karna Casla adalah wanita tambatan hatinya,dia tak mau ada apa-apa sama wanita impian nya,namanya aja darah dikepala wajar banyak keluarnya bila terluka.
Pigel menyuapkan Casla makan,setelah itu minum obat,Pigel sangat tekun merawat istrinya agar istrinya cepat sembuh,Casla merasa senang dan terharu atas perlakuan suaminya yang sangat perhatian dan sayang kepada nya,Casla tertidur di lengan suaminya yang selalu membelai rambut nya.
Sejam kemudian Letnan Heru datang
*Dok,Helikopter sudah siap dipakai,ayo kita bawa Dokter Casla sekarang?
*Itu itu Letnan,ada ada sua
Pigel keluar dari tenda Casla
Terima kasih