Ketika Abra dan Jessi akan balik menuju ke kelas mereka, tak disangka di tengah perjalanan bertemu segerombolan murid berandalan yang ditakuti oleh banyak siswa maupun siswi di sekolahan bahkan mereka berjalan saja, banyak yang bersembunyi seperti takut menjadi korban bullyan oleh mereka. "Oh ini yang sok jagoan." Jessi panik lalu menoleh, menatap Abra yang memasang muka tak bersahabat dan kedua tangannya mengepal begitu erat. "Bukannya lo sendiri yang sok jagoan dan sok paling wow di sekolahan ini." Jessi melangkah maju dan Abra di belakang Jessi saat ini. "Iya emang, gue paling jagoan disini dan paling berkuasa." "Idih berkuasa apaan, sekolahan ini bukan milik lo." Jessi berdecih sinis. "Gue salah satu donatur di sekolah ini, mungkin kalau tidak ada aturan konyol ya gue bisa be

