"Nah ini ruang makan rumah gue, lo tunggu disini." Jessi menarik kursi meja makannya dan juga menarik tangan Abra agar duduk di kursi yang telah ia siapkan untuk laki-laki itu duduk. "Lo mau kemana?" tanya Abra seraya duduk di kursi itu dan matanya juga memperhatikan sekitar ruang makan rumahnya Jessi yang begitu luas sekali. "Ke kamar dulu, mau ganti baju. Risih soalnya dan bentar lagi para pembantu datang mau masakin gue." "Jangan lama-lama!" Suruh Abra pada Jessi. "Ciee yang takut ditinggal." Goda Jessi sambil menaik turunkan alisnya dan tersenyum lebar. "Apanya yang takut ditinggal sama lo, gue gak enak lama-lama disini sendirian." Abra hanya cemas kalau dirinya disangka pencuri atau hal lain karena berada disini sendirian apalagi ruangannya yang begitu luas serta sepi sekali

