Part 48: Sebuah Firasat

2252 Words

Part 48 Kedua pelupuk mata itu kembali terbuka secara perlahan, mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk ke rentina matanya. Tubuhnya terasa lemas sekali dan ia merasakan seperti terbaring di atas kasur nan empuk. "Dimana ini?" Suaranya terdengar sedikit serak karena tenggorokannya juga dirasa kering. "Lo udah bangun?" Mendengar ada suara seseorang disini membuat langsung menoleh ke samping dimana asal suara itu berada. Ia terkejut melihat sosok gadis setahun lebih muda yang ditemui di ruang aula di sekolah kini bertemu lagi entah dimana sekarang dirinya berada. "Lo ada disini, ini dimana?" Nebila, adik kelasnya itu menatapnya datar. "Lihat kamar tamu semewah ini masih saja nanya rumah siapa ya kali ini rumah gue. Emang lo gak ingat terakhir lo ada dimana?" Nebila b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD