Kini Linda sudah berada di ruang VVIP, suster sedang memeriksa alat yang menempel di tubuh Linda sudah terpasang dengan benar. "Semuanya sudah selesai ya pak, semoga istrinya lekas sembuh. Mari bu, pak, jika ada perlu sesuatu Anda bisa memencet tombol yang ada di pinggir tempat tidur." "Baik sus terima kasih," jawab Farid sedikit gugup, karena sejak tadi Linda terus menatapnya dengan tatapan heran. Setelah Suster itu pergi, kini hanya tinggal mereka berdua di ruangan tersebut. Farid terlihat canggung ditatap seperti itu oleh Linda, dia tahu pasti Linda ingin bertanya kenapa dirinya disebut Istri Farid. "Om..." "I-iya?" "Aku mau tanya boleh?" Farid hanya menganggukkan kepalanya, degup jantungnya berdetak tidak karuan. "Kenapa Suster itu nyangka aku istri Om?" Farid terlihat sala

