Aku pernah merasakan sakit hati yang teramat dalam dan baru kali pertama kurasa sepanjang kehidupan. Beruntungnya aku memiliki Allah dan keluarga yang sangat sayang, Terutama orang tua dan kakak. Papa memberi semangat hingga aku kembali bangkit dari segala jenis keterpurukan. Aku berhasil bangkit dengan wajah dan suasana hati yang baru. Bukan hanya terbebas dari penyakit! Aku juga harus terbebas dari belenggu cinta yang salah! Aku tak menyangka, waktu berjalan sangat cepat, tak terasa tanggal pernikahan sudah ditentukan dan akan terlaksana dua bulan ke depan. Telinga yang dinyatakan tidak bisa sembuh juga tiba-tiba pendengaran ini kembali lagi ketika menerima telfonan dari Rizki... Alfarizki yang nantinya jika menikah denganku akan kusebut dengan panggilan Mas Rizki. Aku bena

