Save Me 96

1603 Words

Dua hari setelah dirawat Alfa menjenguk aku sendirian. Aku masih belum bisa bergerak dengan bebas. Aku benar-benar pusing. "Gimana keadaan kamu?" tanya Alfa. "Kenapa kamu datang ke sini?" tanyaku. "Gimana pun juga kamu ini calon istriku." "Belum resmi!" Aku mengelak karena masih tidak ingin menyebut Alfa sebagai calon suamiku. "Septi... dalam Islam lamaran itu tidak ada yang tidak resmi. Aku sudah bersungguh-sungguh memintamu pada Papa dan kamu pun sudah setuju." Alfa menghela napas. "Ketika aku bilang, aku akan bawa Mama dan Ayah ke rumah, tapi kamu nggak mau." "Aku belum siap menyandang gelar calon istrimu. Aku belum siap menerima banyak pertanyaan orang-orang di luar sana tentang kamu." "Aku akan minta keluargaku untuk merahasiakan ini semua. Aku janji!" Aku bingung denga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD