77

2103 Words

Dering ponselnya berbunyi dan lagi - lagi dari Dean. Ettan jadi curiga jangan - jangan Dean dibalik semua masalah yang dihadapinya sekarang. Dia ragu untuk mengangkat telepon, tapi juga penasaran. “Angkat atau ga yaa,” ujarnya ragu. Dari pada dia semakin penasaran akhirnya memutuskan untuk mengangkat telepon dari Dean. “Jangan telepon aku terus!” bentak Ettan begitu mengangkat telepon dari Dean. “Woi… sabar kali Tuan Ettan yang terhormat. Jangan suka teriak - teriak nanti urat sarafmu bisa putus, hahaha.” Ettan mendengus kesal mendengar kata - kata Dean. Memang Dean benar - benar menguji kesabarannya. Ingin sekali dia menghajar Dean agar tahu kalau dia tidak takut sama sekali dengan rivalnya. “Bagaimana Ettan dengan kasusnya apakah sudah mempengaruhi nilai saham Luca Entertaimen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD