Prolog

187 Words
Aldo menarik tangan Lenka kasar menuju taman belakang sekolah. Tidak peduli banyak pasang mata yang tengah menatap mereka. Namun itu lah tujuan Aldo, agar semua orang tau, bahwa Lenka dengan dirinya ada sesuatu.  "Eh Aldo! Tangan gue sakit, lepasin!" ucap Lenka sambil berusaha melepaskan tangannya dari cekalan Aldo. Namun, hasilnya benar-benar nihil.  Setelah lumayan lama di jalan karena Lenka memberontak, akhirnya mereka telah sampai di taman belakang. Lenka langsung menghempaskan tangannya agar terlepas. Gadis itu menatap tajam Aldo. "Lo kenapa sih! Narik narik orang kasar kayak gini! Nggak jelas banget," teriak Lenka. Aldo menatap Lenka sendu. Lenka merasa risih dengan tatapan itu. "Gue nggak suka lo deket sama Dion," ucap Aldo. Lenka memiringkan kepalanya heran, "Lo kenapa? Tiba-tiba ngomong gitu. Emang lo siapa ngatur ngatur gue?" sarkas Lenka. Aldo menatap Lenka dingin. "Apa lo liat liat? Nggak suka?" ucap Lenka dengan nada menantang.  Aldo mendekati Lenka, pandangannya tidak lepas dari mata gadis yang telah mengalihkan dunia-nya. Lenka sontak kaget, ia mundur saat Aldo melangkah mendekatinya. Sampai punggung Lenka terbentur dinding. Ia ketakutan. Sampai jarak di antara keduanya hanya satu langkah. "Iya, gue nggak suka. Jangan berani berani lo dekat dengan cowok lain selain gue."  To be continued...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD