15. Failed

906 Words

Saat Aldo keluar dari rumah sakit. Ia melihat seorang gadis melangkah ke arahnya. Ia terdiam sejenak untuk melihat wajah gadis itu. Seakan wajah itu sangat familiar di matanya.  Kakinya terasa kaku untuk pergi dari sana. Matanya seakan terkunci ke satu arah. Yaitu, mata gadis itu.  Hingga akhirnya, gadis itu berada tepat di hadapannya. Gadis itu memerengkan kepalanya dan tersenyum manis.  "Apa kabar?" ----- Rian tidak ada henti-hentinya untuk menghubungi Aldo. Padahal, ini sudah saatnya. Namun, tidak ada tanda-tanda Aldo datang atau pun menghubunginya.  "Bodoh! Ke mana sih dia?" umpat Rian kesal. Ini tidak sesuai rencananya. Jika Aldo lebih telat dari ini, rencana yang sudah dari dulu cowok itu rencanakan, bisa-bisa kacau.  Ya, hari ini, Aldo berencana untuk menembak Lenka.  Rian m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD