Gerald melonggarkan dasinya saat setelah meeting. Kliennya memutuskan kontrak secara tiba-tiba dan memilih bekerja sama dengan perusahaan pesaing. Gerald memijat pelipisnya pelan. Rasanya dia membutuhkan relaksasi saat ini. Dia memejamkan mata, bayangan Aline tiba-tiba muncul. Gerald seketika mengingat percakapan tadi pagi, dia yang mengatakan bersedia menikahi Aline. Gerald meragu, apa dia mampu mencintai Aline sepenuh hatinya? Sedangkan dia membenci Aline karena dia telah membunuh Julian. Gerald merasa janggal dengan kasus kematian Julian, dia bertanya-tanya kenapa orang tua Julian menutup kasus kematian Julian. "Permisi tuan Gerald, pelayanmu dataang," ucap Angel dengan wajah sumringah. "Ck, mengganggu saja. Ada apa lagi?" ucap Gerald cemberut. "Yaampun bosku marah-marah, padahal ak

