Bab 51

1063 Words

Nama menunya juga sama saja seperti nama di kota Jakarta, bedanya salju yang kini menemani mereka di dalam cafe. "Jadi, apa kamu mau menceritakannya? Bagaimana bisa kamu membunuh Julian?"  tanya Gerald. Lelaki tampan dengan jubah tebal berwarna biru donker di hadapan Aline ini rupanya sudah tak sabar mengetahui kronologi sahabatnya yang kehilangan nyawa. "Baiklah, dengarkan penjelasanku dahulu. Baru silahkan kamu berkomentar." Gerald mengangguk dan meminum kopi panasnya perlahan. Matanya tidak berkedip terus memperhatikan Aline. Dengan agak berat Aline menutup matanya dan menarik napas, menceritakan kejadian malam itu sama saja membuka lama kisah Aline yang membuatnya terluka. Aline tidak tau apa yang akan terjadi setelah dia menceritakan kepada Gerald hari ini. Entah apakah Gerald aka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD