Brama mengaduk kopi yang baru saja dia tuangkan ke air panas, aromanya begitu membuatnya sangat tenang, entah sejak kapan Brama menyukai kopi, rasanya enak menurutnya. Brama sibuk menghirup aroma kopi sampai tidak menyadari kehadiran Aline dan Gerald di apartemen. "Hanya buat satu? Mana buat gue?" tanya Gerald kepada Brama. "Buat sendiri aja tuh," ucap Brama cuek, dia lalu duduk di sofa. Perasaan Aline masih tak karuan melihat wajah Brama, Gerald bisa menangkap ekspresi Aline yang resah melihat Brama. Gerald merasakan sakit sekaligus bingung, tapi jika seperti ini terus akan semakin membuat canggung. Gerald menarik tangan Aline sebelum Aline menuju kamarnya. Dia lalu menyuruh Aline duduk di samping Brama dan Gerald duduk di depan mereka berdua. Perasaan ini menurut Gerald harus seles

