Dokter memeriksa pencernaan Aline dan hasilnya Aline baik-baik saja, dokter memperbolehkan Aline untuk kembali pulang. “Aline, kamu senyum dong. Jangan murung gitu.” Aline mencoba tersenyum untuk menyenangkan hati temannya, Maria dan Monica sedikit lega melihat Aline yang tersenyum. Mereka tahu, pasti luka Aline sangat dalam. Siapa yang tidak akan stress jika kekasihnya meninggal? Apalagi penyebabnya adalah dia sendiri? “Kalian gimana bisa bawa aku kesini?” tanya Aline. Seingatnya, dia melihat ada tiga perampok di malam hari dan Aline mencoba mengejar perampok itu, namun dia tidak lagi kuat dan terjatuh di lantai. “Aku mau nginap di rumah kamu, waktu aku masuk, kamu udah pingsan di lantai.” Aline mengangguk mengerti dan kembali duduk, dia memakan makanannya yang tadi diberikan sust

