Brama mengusap pelan pipi Aline sesampainya di bandara Fiumicino, Aline melenguh dan membuka matanya. Pertama kali yang dia lihat adalah mata Brama yang menyejukkan. Gerald melewati mereka dan berdehem. "Ayo cepat." Keduanya mengerjapkan mata dan berjalan keluar pesawat. Perjalanan ini membuat Aline sedikit merasa jetlag. Aku mual, pikir Aline. Tanpa berpamitan kepada yang lain, Aline berlari kecil menuju kamar mandi. Bodohnya, ponselnya dia taruh di tas dan tasnya Brama yang membawa. Satu jam lamanya Aline berputar-putar mencari Brama, Gerald dan Monica. "Ya Tuhan, dimana mereka?" ucap Aline kebingungan. Seorang laki-laki menarik Aline dan membawa Aline masuk ke dalam mobil hitam. Aline ditutup matanya, dia meronta kesakitan, sedetik kemudian teriakannya menjadi hening, aroma bius

