BACAAA! **** “Aku tahu, kau belum memperkosa Gisell!” Bukan suara Reynold, melainkan sosok pria tinggi dan tegap kini berdiri di ambang pintu yang entah sejak kapan terbuka. Mengenali siapa yang datang, Mike langsung bangun dari duduknya, lalu menghampiri. Mike memeluk pria itu erat karena sudah lama mereka tak berjumpa. Begitu pun dengan Bagas yang memberikan pelukan hangat bergantian, kecuali Jefry dan Irfan yang menatap bingung. Perlahan pria itu melangkahkan kakinya dan berdiri tepat di hadapan Reynold yang menatapnya datar, tapi mengulum senyum. “Apa kabar, Kak?” ucapnya berdiri menjulang di hadapan Reynold. Tersenyum simpul, Reynold bangun dari duduknya dan memukul d**a bidang pria yang memiliki wajah persis seperti dirinya, lalu memeluknya erat. Keduanya saling berpelukan melep

