Athar menuju ruang kerjanya. Melepas jas dan dasinya, membuang begitu saja di lantai. Kemudian membuka 2 kancing atas kemejanya agar lebih lega dan menggulung lengan kemeja sampai ke siku. Duduk bersandar memejamkan matanya di kursi kerja nya. Menghela nafas panjang. ‘kenapa Amira harus datang tanpa memberi kabar? Kenapa aku tidak sesenang biasanya kalau Amira datang? lalu ada apa dengan gadis itu? Wajahnya seperti orang yang sedang kecewa..kenapa aku tidak suka melihat raut wajah kecewa Asya? Apa aku mulai suka padanya?’ ‘tapi aku mencintai Amira..’ batin Pangeran Athar. Ting. Bunyi pesan di ponsel Athar membuyarkan lamunannya. Di bukanya pesan itu yang ternyata dari Sekertarisnya Duta. ? : "Tuan Muda anda masih bersama Nona Amira?" Athar mengerutkan dahinya. Tidak biasanya Sekertar

