Sampai di mansion melati, Lombok. Athar, Duta dan Kevin segera masuk ke dalam mansion dan melihat pecahan gelas dan bekas s**u yang tercecer tidak jauh dari pintu dapur. Bima keluar dari kamar tamu bawah. Dan menemui tiga orang yang baru saja datang itu. Dahi Bima di perban dan terdapat beberapa lebam di mukanya akibat perkelahian tengah malam tadi. Pangeran Athar menatap Bima dengan tatapan tidak sukanya. “penculikkan Asya pasti sudah di rencanakan. Plat pada mobilnya tidak di pasang” Bima mengawali pembicaraan serius itu. “kalau bukan kalian yang menculik Asya. aku yakin itu adalah orang yang kalian kenal dan tidak suka dengan keberadaan Asya. dan.. penculik biasa apalagi orang Indonesia tidak akan menggunakan mobil rubicon hanya untuk menculik random” Ucap Bima sembari mendudukkan

