Setelah makan malam Asya kembali ke kamarnya. Entah karena hormon kehamilan atau memang sehabis makan bawaannya mengantuk. Asya sudah tertidur lelap di ranjang yang sangat empuk itu dengan tv yang masih menyala. ** Mansion sakuran, Lombok. Amira baru saja tiba. Sekertaris Duta menjemputnya ke Bota atas perintah Pangeran Athar. “hai sayang. Apa perjalanan nya melelahkan?” sambut Athar di depan mansion. “tidak sama sekali. Aku senang kamu mengajakku kemari di saat kamu sibuk dengan pekerjaanmu” Amira memeluk Athar. Bersandar di d**a bidang tunangannya itu. “aku tidak ingin kamu kecewa karena aku meninggalkanmu begitu saja” Amira melonggarkan pelukannya. Mendongak menatap Athar lekat. “terimakasih karena tidak melupakanku sayang” Amira tulus mengucapkan kalimat itu. “apa yang kau k

