MAP 25

1046 Words

Pagi hari di mansion melati. Pangeran Athar mengerjapkan matanya. Sedikit terganggu dengan suara deburan ombak dan sinar matahari yang leluasa masuk ke dalam kamar Asya. Athar membuka matanya dan menoleh ke sebelah kiri. Senyumnya mengembang sempurna saat di lihatnya wanita yang mulai ada di hatinya itu masih terlelap menghadap ke arahnya. Saat teringat yang terjadi semalam Athar menjadi khawatir. ‘apa Asya baik baik saja? Astaga.. bagaimana kalau dia terlalu lelah dan tubuhnya sakit semua?! Kenapa aku melakukannya lebih dari sekali!??’ batin Athar gelisah menatap istrinya. Athar membetulkan selimut Asya hingga hanya terlihat kepalanya saja. Kemudian turun perlahan dari ranjang. Memakai kausnya dan berjalan keluar dari kamar menuju dapur. “Bibi Lin” panggil Athar dari pintu dapur. “

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD