ancaman

1090 Words

Setelah lelah menangis, Elena membersihkan dirinya. Setelah selesai mandi Elena duduk di kursi depan cermin. Ia mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja hendak menghubungi Arga, apakah dia baik baik saja. Kecemasan Elena bukan tanpa alasan, ia lebih sering menghubungi Arga saat tak ada di sampingnya. Namun Arga menganggap apa yang di lakukan Elena adalah cinta. Elena mendekatkan ponsel di telinganya setelah ia menekan nama Arga. Namun dari arah belakang seseorang merebut ponsel Elena dan melemparkannya ke lantai. Elena berjengkit kaget, ia langsung berdiri menatap ke arah Reegan yang sudah berdiri di belakangnya. "Reegan?!" pekik Elena berjalan ke samping lalu mundur ke belakang sembari mendekap handuk yang menutupi tubuhnya. "Bagaimana mungkin kau bisa masuk?" ucap Elena terperanga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD