Menghadapi Rasa Takut

1236 Words

Bee sudah bisa menebak semuanya dengan tepat, tidak meleset sedikit pun, dan memang dirinya menjadi bahan bully paling empuk. Dia enggan berpikir buruk, tetapi memang sudah sangat terbaca dengan jelas jika semua hal sudah disebar oleh Aurel. Gadis itu masih sangat membencinya, tak peduli di mana pun mereka berada. Permulaan yang sangat berkesan, masih saja berisi nasib paling mengenaskan. Entah kapan dirinya bisa diterima dengan baik oleh lingkungan sekitar, tanpa begunjing atau membahas mengenai kesalahan apa pun. Hanya saja, semua itu mustahil didapat. Sebab, Bee pun tahu mengenai lilitan kesialan yang tidak bisa dihindari dengan upaya sekeras apa pun. “Kamu menyesal kembali ke sekolah?” tanya Abim yang sudah mengamankan hatinya dengan mengajak ke atap sekolah, “mungkin keadaanmu akan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD